Pembuatan Billing PNBP dapat melalui alamat 202.61.126.147 dan 202.61.126.148

Pidato Presiden dalam Penyusunan RAPBN Tahun 2017

Jakarta - “Di tengah situasi perekonomian global yang belum sepenuhnya normal, APBN harus dapat menjadi instrumen fiskal untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Dalam mendukung hal tersebut, APBN ke depan juga perlu realistis, mampu menopang kegiatan prioritas, kredibel, berdaya tahan, dan berkelanjutan, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah”, ungkap Presiden Jokowi. Pidato tersebut diutarakan dalam penyampaian keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2017 beserta Nota Keuangan di depan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat RI hari ini (16/8) di Gedung Paripurna DPR RI Jakarta.

Presiden pada kesempatan tersebut menyampaikan 3 (tiga) kebijakan utama yang menjadi acuan dalam penyusunan RAPBN tahun 2017. Pertama, kebijakan perpajakan yang dapat mendukung ruang gerak perekonomian. Kedua, kebijakan belanja yang memberi penekanan pada peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas. Ketiga, kebijakan pembiayaan untuk memperkuat daya tahan dan pengendalian risiko dengan menjaga defisit dan rasio utang.

Dalam rangka menjaga keselarasan kebijakan fiskal jangka menengah, Presiden juga telah menetapkan tema kebijakan fiskal tahun 2017. Tema tersebut adalah “Pemantapan Pengelolaan Fiskal untuk Peningkatan Daya Saing dan Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Berkeadilan”.

Dengan mengacu pada tema kebijakan fiskal tahun 2017 dan strategi pendukungnya, maka pendapatan negara dalam RAPBN 2017 ditargetkan sebesar Rp1.737,6 triliun. Dari jumlah tersebut penerimaan perpajakan direncanakan sebesar Rp1.495,9 triliun.

Selanjutnya, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di tahun 2017, meskipun menghadapi tantangan yang cukup berat dengan masih rendahnya harga beberapa komoditas pertambangan seperti minyak bumi dan batubara ditargetkan sebesar Rp240,4 triliun.

Sementara itu, belanja negara dalam RAPBN tahun 2017 dialokasikan sebesar Rp2.070,5 triliun yang terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1.310,4 triliun dan alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp760 triliun.

Dengan berbagai agenda dan sasaran pembangunan tersebut, maka kebijakan fiskal dalam tahun 2017 masih bersifat ekspansif yang terarah untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan defisit anggaran RAPBN 2017 ditargetkan sebesar Rp332,8 triliun atau 2,41 persen dari PDB.

Pada kesempatan sore hari (pasca pidato Presiden) bertempat di Kantor Pusat Ditjen Pajak dilanjutkan sesi Konferensi Pers Pemerintah RI tentang Nota Keuangan dan RUU APBN Tahun Anggaran 2017. Menko Perekonomi, Darmin Nasution, dalam pengantarnya menyampaikan gambaran lebih detail dari pidato yang disampaikan Presiden Jokowi tadi siang. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Menteri Kesehatan, Menteri Perdagangan, Menteri PUPR, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Perindustrian, Kepala BKPM, dan Kepala BPS.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memberi penjelasan lebih detail atas kondisi aktual tahun 2016, peluang dan tantangannya di tahun 2017. “Strategi kebijakan fiskal dilaksanakan melalui 3 (tiga) langkah yaitu memberikan stimulus, meningkatan daya tahan, dan menjaga keberlanjutan fiskal”, ungkap Sri Mulyani dalam kesempatan paparan arah kebijakan fiskal 2017.

Hal penting lain yang diungkap adalah alokasi dana transfer ke daerah. Pada RAPBN 2017, alokasi dana transfer ke daerah mengalami penurunan dari APBNP 2016. Namun, untuk Dana Alokasi Umum tetap mengalami kenaikan. Hal ini bertujuan untuk tetap mempercepat pertumbuhan di daerah. “Meskipun jumlah transfer ke daerah lebih rendah dari APBNP 2016, namun DAU tahun 2017 tetap lebih tinggi dari tahun sebelumnya”, imbuhnya (anggaran.depkeu.go.id)

Find Us on Facebook

Facebook Image

Follow Us on Twitter

Follow Us On Twitter - Image

Background Image

Header Color

:

Content Color

: