Pembuatan Billing PNBP dapat melalui alamat 202.61.126.147 dan 202.61.126.148

Strategy Cascading Refresh Training Ditjen Perbendaharaan Thn 2014

Liputan Enhancing Balanced Scorecard-Based Performance Management System Implementation in MOF Workshops di Jakarta


Jakarta, perbendaharaan.go.id, - Pada bulan April sampai dengan Juni 2014, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Enhancing Balanced Scorecard-Based Performance Management System Implementation in MOF Workshops”

yang difasilitasi Palladium Group, perusahaan jasa konsultansi internasional dalam bidang eksekusi strategi organisasi yang didirikan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton. Sebagai bagian akhir dari rangkaian workshop tersebut, diselenggarakan tahapan Strategy Cascading Refresh Training untuk seluruh unit eselon I lingkup Kementerian Keuangan secara berseri, dengan tema training yaitu “Enhancing the Strategy Management System Towards Obtaining Breakthrough Performance”.

Strategy Cascading Refresh Training pada Ditjen Perbendaharaan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 21 Juni 2014 di Hotel Borobudur, Jakarta. Training tersebut diikuti oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, para pejabat eselon II lingkup Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi DKI Jakarta, para Kepala Bagian lingkup Sekretariat Ditjen Perbendaharaan, serta para pejabat eselon III dan IV pengelola kinerja organisasi unit eselon II lingkup Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan.

Training dimoderatori oleh Kepala Bidang Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, Supendi. Selanjutnya, Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono, membuka training tersebut sekaligus memberikan sambutan dan arahan. Dalam sambutannya, Marwanto menyampaikan bahwa acara ini penting sebagai sarana menggali dan meng-improve konteks reformasi birokrasi yang sudah dilakukan Kementerian Keuangan sejak tahun 2006. Marwanto menegaskan bahwa Kementerian Keuangan perlu melihat kembali apakah diperlukan perubahan-perubahan dari milestone yang telah dicapai dalam 8 tahun perjalanan reformasi birokrasi, termasuk efektivitas penerapan balanced scorecard, karena dari hari ke hari kita pasti akan menghadapi perubahan yang tidak akan pernah berhenti dan selalu dinamis sesuai perubahan value yang ada di masyarakat.

Marwanto melanjutkan, bahwa dalam konteks reformasi birokrasi, dari evaluasi penilaian kinerja, survei kepuasan pelanggan, survei Strategy Focused Organization dan penilaian lainnya, Ditjen Perbendaharaan selalu berada di ranking atas. “Namun jangan pernah puas, karena yang lain juga bergerak lebih baik lagi. Dan jika kita bergerak lebih lambat, maka kita akan tersalip,” demikian Marwanto berpesan. Marwanto menutup sambutannya dengan memberi arahan agar para peserta training dapat mengimplementasikan materi yang diperoleh saat training melalui upaya-upaya yang bisa dilakukan di kantor masing-masing.

Setelah sambutan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan, fasilitator dari Palladium Group, Mario Montino, memberikan materi yang kontennya terdiri dari tren manajemen strategi dan mispersepsi, strategy cascading and alignment, pemantauan dan pembelajaran strategi, serta peranan Office of Strategy Management (OSM) dan Manajer Kinerja. Selain itu, dilaksanakan diskusi dan pemaparan hasil penilaian implementasi Strategy Focused Organization (SFO) pada Kementerian Keuangan dari Palladium Group.

Mario menjelaskan langkah-langkah pembuatan strategi bagi organisasi pemerintahan, yang didalamnya mencakup penyusunan scenario planning dan identifikasi risiko strategis sebagai langkah awal untuk membuat strategi. Dalam materi rapat pembahasan strategi, Mario menegaskan bahwa rapat untuk memantau kinerja dan strategi harus berfokus pada ‘big picture’, 90% berfokus pada skenario ke depan, menggunakan analisis data dan grafik, dan merupakan forum pengambilan keputusan final oleh pimpinan, bukan hanya membahas ‘kulit luar’-nya saja.

Sedangkan pada materi mengenai OSM, Mario menjelaskan bahwa OSM diperlukan untuk memastikan prinsip-prinsip Strategy Focused Organization terimplementasi secara efektif di Kementerian Keuangan. Pada sesi studi kasus, Mario memberikan contoh beberapa organisasi publik yang menjadi klien Palladium, antara lain Federal Bureau of Investigation (FBI) dan Korean Customs Service. Studi kasus pada FBI, agenda perubahan strategis yang dilakukan memberikan sebuah artikulasi yang lebih terfokus dan spesifik dari masa transisi yang dibutuhkan untuk meraih visi yang diimpikan. Sebagai contoh, di masa lalu FBI bersifat domestik dan taktikal, digerakkan oleh kasus demi kasus, melakukan evaluasi secara kuantitatif (case-based), dengan proses komunikasi yang tidak efektif dan operasional bersifat silos. Dengan dibantu Palladium Group, FBI memiliki agenda perubahan strategis seperti bersifat global dan strategis, didorong oleh potensi ancaman, melakukan evaluasi secara kualitiatif (threat-based) , dengan proses komunikasi yang efektif, relevan, tidak menyita banyak waktu dan pendekatan tim secara terpadu. Sedangkan hasil yang telah dicapai Korean Customs Service antara lain penagihan pendapatan bea cukai melonjak 60%, nilai temuan produk yang dijual online secara ilegal meningkat 280%, dan temuan narkoba meningkat 122% hanya dalam kurun waktu 3 tahun.

Di akhir acara, ditayangkan video inspiratif tentang Team Hoyt yang mengisahkan strategi seorang ayah yang berusaha mewujudkan cita-cita anaknya yang mengalami cerebral palsy untuk mengikuti kompetisi Ironman Triathlons. Tayangan tersebut menginspirasi kita semua, insan Kementerian Keuangan, sebagai putra/putri terbaik Indonesia, agar senantiasa memberanikan diri untuk berbuat hal yang berbeda bagi bangsa ini, untuk menuju Indonesia yang lebih baik.

(Kontributor: Subbagian EHPK, Bagian OTL Sekretariat Ditjen Perbendaharaan)

Find Us on Facebook

Facebook Image

Follow Us on Twitter

Follow Us On Twitter - Image

Background Image

Header Color

:

Content Color

: